Wednesday, 30 August 2017
Monday, 28 August 2017
MODUL GURU PEMBELAJAR REVISI 2017
Bagi Bapak/Ibu Guru sekalian yang membutuhkan referensi Modul Guru Pembelajar hasil revisi 2017 bisa diunduh di laman berikut:
http://p4tkpknips.id/page/178
Modul yang tersedia adalah :
http://p4tkpknips.id/page/151
http://p4tkpknips.id/page/178
Modul yang tersedia adalah :
- Modul Tatap Muka SD kelas awal
- Modul Tatap Muka SD kelas tinggi
- Modul Tatap Muka SMP - Ilmu Sosial
- Modul Tatap Muka SMA - Ilmu Sosial
- Modul Tatap Muka SMK - Ilmu Sosial
Semua telah direvisi, dibedah dan dikaji oleh Widyaiswara (WI) P4TK PKN IPS, Nara Sumber (NS), dan Instruktur Nasional (IN) pada bulan Agustus Tahun 2017.
Bisa anda download di laman ini :
http://p4tkpknips.id/page/151
DISIPLIN untuk KITA SENDIRI
Menurut wikipedia, Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggung jawabnya. Semua orang pasti mengetahui dan mengerti, baik secara harfiah maupun secara situasional arti disiplin. Disiplin merupakan perasaan, benar sekali memang disiplin berhubungan erat sekali dengan perasaan. Perasaan agar kita tidak menjadi obyek penilaian perasaan orang lain. Jika kita tidak disiplin, maka jangan salahkan orang lain meluapkan perasaannya dengan berbagai cara kepada kita. Jagalah perasaan orang lain dengan menerapkan segala nilai-nilai sosial seoptimal mungkin. Pekalah terhadap kondisi, jangan hanya menuruti ego sendiri untuk hidup bersosial. Kita juga sudah sama-sama tahu bahwa kita berada di sekitar mereka yang juga mempunyai peran mereka sendiri, cukuplah rasanya mereka melaksanakan peran mereka sesuai dengan tugasnya. Dan jangan sampai kita yang menambahi bahkan mengganggu tugas masing-masing individu.
Disiplin itu taat dan patuh. Kedua kata terakhir memang sebuah sinonim. Akan tetapi keduanya saling melengkapi, di saat anda taat berarti kita juga patuh. Mengikuti aturan, memenuhi kewajiban dan melaksanakan perintah adalah subtopik dari taat dan patuh. Taatilah semua yang sudah kita sepakati dan patuhilah semua yang sudah menjadi keputusan bersama. Taat dan patuh kepada kebaikan tidak akan membuat kita rugi, semua aturan yang diciptakan itu untuk kemaslahatan bersama. Agar semua tidak merasa dirugikan, baik berupa materiil maupun emosional. Karena taat dan patuhlah yang akan membawa kita hidup dalam keteraturan. Dengan hidup teratur maka semua bisa kita prediksi walaupun kuasa Allah tetap di atas segala prediksi kita. Setidaknya kita sudah berusaha taat dan patuh dalam keteraturan hidup.
Disiplinlah terhadap nilai-nilai yang dipercaya. Kita ketahui bersama, bahwa nilai-nilai yang berlaku di masyarakat ada banyak. Salah satunya yaitu, nilai agama. Agama mengajarkan kita disiplin waktu melalui sholat, puasa, zakat dan haji. Instrumennya juga sudah ada baik berupa adzan iqomah, nasab, rukun dan wajib haji, dan batasan waktu. Semua diatur sedemikian rupa, juga dilengkapi dengan reward bagi sang tepat waktu. Pada nilai yang lain misal nilai kebiasaan, juga ada kriteria orang yang disiplin dan hukuman bagi pelanggar disiplin walaupun masih berupa softjudgement. Nilai adat juga mengandung kedisiplinan, barang siapa yang indisipliner maka terkadang hukum adat dan pengucilan adalah imbasnya. Apalagi nilai hukum, sudah sangat jelas dan terinci tentang disiplinnya. Alat, kriteria, maupun hukumannya sudah kita sepakati bersama dan tidak bisa kita elakkan. Semua nilai-nilai tersebut ditujukan kepada satu nilai yaitu nilai keteraturan.
Dan disiplin harus kita sasarkan pada tanggung jawab kita. Tanggung jawab kita kepada agama kita, tanggung jawab kepada masyarakat dan tanggung jawab kita kepada diri kita sendiri. Tidak ada orang di dunia ini 100% bertanggung jawab. Pasti ada ketidak-konsistenan kita terhadap sesuatu. Makanya di sini diperlukan kesadaran pada setiap individu untuk mendisiplinkan dirinya. Jangan terlalu biasa memberi tahu orang tindakan indisiplinernya tapi juga jangan terlalu biasa pula indispliner terhadap dirinya sendiri. Nasehati mereka dengan pemahaman perasaan, dengan menyentuh kehidupan teratur dan dengan menyentuh tanggung jawab sebagai manusia. Diikuti dengan pendisiplinan diri, agar kita pantas apabila mempersuasi orang lain yang tidak disiplin.
Kata kuncinya, disiplin itu untuk diri kita sendiri. Barang siapa yang ingin segala aspek hidupnya teratur maka berdisiplinlah. Barang siapa yang tidak ingin dirugikan orang lain maka berdisiplinlah. Dan barang siapa yang tidak ingin dilukai perasaannya oleh orang lain maka berdisiplinlah. Kita yang akan merasakannya kelak, bukan orang lain. Tubuh kita, akal kita, akhlak kita dan hati kita yang merasakan buah kedisiplinan tersebut. Mari kita mendisiplinkan kita sendiri.
Wednesday, 23 August 2017
BERILMU itu MEMAHAMI
Manusia diciptakan dengan keunikannya sendiri-sendiri. Membawa watak dan pembawaannya yang sudah diberikan Sang Khalik. Makanya tidak ada orang di dunia ini sama persis, baik fisiknya, sifatnya, ataupun tingkah lakunya. Allah Maha Adil sudah memberikan semuanya kepada kita disesuaikan dengan keluarga, lingkungan dan perannya. Sebenarnya kita hanya tinggal hidup mengalir dan melaksanakan semaksimal mungkin segala instruksiNYA.
Terkadang kita lupa, bahwa orang itu tidak harus sama dengan diri kita. Teman, tetangga atau keluarga kita dipaksa harus mengikuti segala konsep diri kita. Berbagai cara kita untuk meyakinkan orang lain untuk mengikuti keyakinan kita. Bahkan tidak jarang kalau-kalau ada orang lain yang tidak sesuai dengan apa yang kita minta, diabaikan atau diremehkan. Padahal kembali pada paragraf pertama di atas, bahwa manusia membawa watak dan pembawaannya sendiri-sendiri.
Tugas kita hanya menyampaikan, memberikan petunjuk sesuai kehendakNya. Sampaikan yang benar itu benar, yang salah itu salah. Perlu diketahui juga konten yang kita sampaikan menurut keyakinan kita sendiri itu pun belum tentu benar seratus persen. Jadi, semuanya harus dikembalikan kepada niat hati terdalam kita.
Untuk apa sih saya seperti ini?
Benarkah semua yang saya lakukan untuk Allah?
Bukan untuk diri ego saya sendiri?
Semuanya harus dikembalikan di benak kita. Perkara apa yang kita sampaikan nanti tidak diterima dan tidak jalankan. Kita kembalikan semuanya pada Allah dan mereka sendiri. Mereka yang lebih tahu atas kemampuannya sendiri. Ingat, menyampaikan, memasrahkan, dan tetap menjaga ukhuwah.
Untuk apa sih saya seperti ini?
Benarkah semua yang saya lakukan untuk Allah?
Bukan untuk diri ego saya sendiri?
Semuanya harus dikembalikan di benak kita. Perkara apa yang kita sampaikan nanti tidak diterima dan tidak jalankan. Kita kembalikan semuanya pada Allah dan mereka sendiri. Mereka yang lebih tahu atas kemampuannya sendiri. Ingat, menyampaikan, memasrahkan, dan tetap menjaga ukhuwah.
Ilmu dan kecerdasan kita, bukan untuk menjauhkan diri kita kepada yang lain. Tapi untuk memahami satu sama lain. Berbagilah satu sama lain karena ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membawa kebaikan kepada orang lain.
Allahu a'lam bisshawab...
Subscribe to:
Posts (Atom)
PENGUMUMAN NILAI UH 2 KELAS 5A TAHUN PELAJARAN 2025-2026 SD LOWO
Pengumuman Nilai - Cari berdasarkan No Absen Pengumuman Nilai Masukkan No Absen untuk menampilkan nama, nilai per mat...
-
Pengumuman Nilai - Cari berdasarkan No Absen Pengumuman Nilai Masukkan No Absen untuk menampilkan nama, nilai per mat...
-
Menyerah itu mudah, berjuang itu yang sulit. Dalam hal apapun kita harus bisa survive. Manusia dibekali akal dan pikiran terkadang sangat be...




